Archive for October 10th, 2006

Daftar Penguasa Hindia Belanda

Daftar Penguasa Hindia-Belanda, jaman VOC dan jaman pemerintahan Belanda serta Inggris. Biasanya para penguasa ini memiliki gelar Gubernur-Jendral.

  • 1610-1614 Pieter Both
  • 1614-1615 Gerard Reynst
  • 1615-1619 Laurens Reael
  • 1619-1623 Jan Pieterszoon Coen
  • 1623-1627 Pieter de Carpentier
  • 1627-1629 Jan Pieterszoon Coen
  • 1629-1632 Jacques Specx
  • 1632-1636 Hendrik Brouwer
  • 1636-1645 Antonio van Diemen
  • 1645-1650 Cornelis van der Lijn
  • 1650-1653 Carel Reyniersz.
  • 1653-1678 Joan Maetsuycker
  • 1678-1681 Rijkloff van Goens
  • 1681-1684 Cornelis Speelman
  • 1684-1691 Johannes Camphuys
  • 1691-1704 Willem van Outhoorn
  • 1704-1709 Johan van Hoorn
  • 1709-1713 Abraham van Riebeeck
  • 1713-1718 Christoffel van Swol
  • 1718-1725 Hendrick Zwaardecroon
  • 1725-1729 Mattheus de Haan
  • 1729-1732 Diederik Durven
  • 1732-1735 Dirk van Cloon
  • 1735-1737 Abraham Patras
  • 1737-1741 Adriaan Valckenier
  • 1741-1743 Johannes Thedens
  • 1743-1750 Gustaaf Willem baron van Imhoff
  • 1750-1761 Jacob Mossel
  • 1761-1775 Petrus Albertus van der Parra
  • 1775-1777 Jeremias van Riemsdijk
  • 1777-1780 Reinier de Klerk
  • 1780-1796 Willem Alting
  • 1796-1801 Pieter Gerardus van Overstraten
  • 1801-1805 Johannes Siberg
  • 1805-1808 Albertus Wiese
  • 1808-1811 Herman Willem Daendels
  • 1811 Jan Willem Janssens
  • 1811 Lord Minto 1811-1816 (Di bawah kekuasaan Inggris)
  • 1811-1816 Thomas Stamford Raffles
  • 1816 John Fendall
  • 1816-1826 G.A.G.Ph. Baron van der Capellen
  • 1826-1830 L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies
  • 1830-1833 Graaf van den Bosch
  • 1833-1836 J.C. Baud
  • 1836-1840 D.J. de Eerens
  • 1840-1841 C.S.W. Graaf van Hogendorp
  • 1841-1844 P. Merkus
  • 1844-1845 jhr J.C. Reijnst
  • 1845-1851 J.J. Rochussen
  • 1851-1856 A.J. Duijmaer van Twist
  • 1856-1861 C.F. Pahud
  • 1861-1866 L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele
  • 1866-1872 P. Mijer
  • 1872-1875 J. Loudon
  • 1875-1881 J.W. van Lansberge
  • 1881-1884 Frederik ’s Jacob
  • 1884-1888 Otto van Rees
  • 1888-1893 C. Pijnacker Hordijk
  • 1893-1899 jhr. C.H.A. van Wijck
  • 1899-1905 W. Rooseboom
  • 1905-1909 Johannes Benedictus van Heutsz
  • 1909-1916 A.F.W. Idenburg
  • 1916-1921 J.P. Graaf van Limburg Stirum
  • 1921-1926 D. Fock
  • 1926-1931 jhr. A.C.D. de Graeff
  • 1931-1936 jhr. B.C. de Jonge
  • 1936-1942 jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer
  • 1942-1948 H.J. van Mook
  • 1948-1949 L.J.M. Beel (Komisaris Tinggi) (Bahasa Belanda:hoge commissaris)
  • 1949 A.H.J. Lovink (Komisaris Tinggi)
  • Add comment October 10, 2006

    Pergantian Tampuk Pimpinan Pemerintahan Indonesia

    49585c6021500a6446d7b84c17f945c0.png

    Add comment October 10, 2006

    Riwayat Marga – Mandailing – oleh : Abdoellah Loebis

    “…Maka karena itoe doeloe tiap2 kampoeng asalnja dengan kampoeng-kampoeng jang terdiri dari kampeong asalnja itoe, ditempati oleh satoe marga. Tetapi lama kelamaan, perpindahan dan lain-lain hal didalam djadjahan atau daerah dari pada satoe marga orang-orang jang dari lain marga datang atau sebaliknja marga itoe mendatangi marga lain. Marilah ambil doea marga oempamanja A dan B; antara mana jang satoe marga sama lainnja boleh berkawin, bahwa oleh perpindahan perkawinan dari satoe marga terdjadilah kepada lainnja. Dari sebab itoelah terdapat berbagai-bagai dan banjak marga pada tiap-tiap kampoeng, dan soesah sekali sekarang dapat diketahoei soekoe mana jang asalnja pendoedoek kampoeng itoe. Marga itoe berkembanglah disegenap kampoeng atau negeri. Asalnja pada tiap-tiap kampoeng hanja terdapat biasanja doea marga; jang pertama marga jang poenja kampoeng itoe, dan lainnja marga jang datang, namanja di-Mandailing bajo-bajo.

    Maka karena itoe sebagai kita katakan tadi, bahwa perpindahan itoe terdjadinja atas doea marga, marga jang satoe boleh berkawin dengan marga jang didapatinja itoe. Marga jang boleh bersiambilan berkawin itoe akan terdjadi disebabkan dibangoenkan oleh marga-marga jang berperinggan dengan dia. Demikianlah marga jang poenja negeri itoe ada poenja bajo-bajo, dan bajo-bajonja ada poela poenja bajo-bajo, djadi dengan keadaan begitoe lama kelamaan terdapatlah dalam satoe kampoeng berbagai bagai marga.

    Marga-marga itoe, jang tertentoe oempamanja di-Mandailing Djoeloe dan Pakantan, adalah:
    1. Loebis (Loebis itoe terbahagi doea jaitoe Loebis Hoeta Nopan dan Loebis Singa Soro).
    2. Nasoetion
    3. Parindoeri
    4. Batoe Bara
    5. Matondang
    6. Daoelae
    7. Nai Moente
    8. Nasiboean
    9. Poeloengan

    Di Mandailing Godang, orang dapati marga-marga itoe disana :
    1. Nasoetion. Ini terbagi beberapa bagian:
    a. Nasoetian Panjaboengan
    b. Nasoetian Tambangan
    c. Nasoetian Borotan
    d. Nasoetian Lantjat
    e. Nasoetian Djior
    f. Nasoetian Tonga
    g. Nasoetian Dolok
    h. Nasoetian Maga
    i. Nasoetian Pidolo, d.l.l.

    2. Loebis
    3. Nasiboean
    4. Harahap
    5. Batoe bara
    6. Mantondang (toeroenan Nasiboean)
    7. Rangkoeti
    8. Mardia
    9. Parindoeri
    10. Batoe na Bolon
    11. Poeloengan
    12. Rambe
    13. Mangintir
    14. Moente
    15. Panggabean
    16. Tangga Ambeng
    17. Margara

    Marga-marga jang diterangkan diatas itoe tidak dapat benar dipastikan dan ditentoekan dari mana datangnja. Tetapi menoeroet rapport dari Dr. Junghuhn, jang soedah dioetoes oleh Regeering (Gouvernement) ke-Tapanoeli dalam tahoen 1840, diantara marga-marga itoe tidak ada dapat lagi dari bangsa Batak, tetapi sama sekali asal toeroenan itoe seodah lain dari bangsa Batak. Dan di-Mandailing menoeroet rapport itoe tidak ada bangsa Batak lagi”.

     

    Dipetik dari Majalah Mandailing, 1920an

    2 comments October 10, 2006

    History of Nasution

    Orang-orang Mandailing bermarga Nasution meyakini mereka adalah keturunan Si Baroar yang pada masa bayinya ditemukan di tengah hutan oleh Sutan Pulungan raja dari Huta Bargot di Mandailing Godang. Versi lain mengatakan bahwa “Nasution yang pertama kiranya adalah putera dari Raja Iskandar Muda dari Pagar Ruyong (pusat dari kerjaan Minangkabau kuno), yang pada gilirannya adalah cucu dari Sultan Iskandar, nama bagi Alexander de Grote (the Great) dalam cerita-cerita Indonesia.

    Dalam perjalanan menjelajahi pulau Sumatra, Iskandar Muda sampai berhubungan dengan seorang gadis bunian, yang melahirkan seorang anak lelaki untuknya.” Anak tersebutlah kemudiannya ditemukan Sutan Pulungan di tengah hutang sedang ia berburu.

    kep-mn-pic1.jpg

    Makamnya Si Baroar, leluhur marga Nasution di Panyabunga

    Kisah tentang Si Baroar sangat meyakinkan bagi masyarakat Mandailing karena sekitar pertengahan abad yang lalu kisah tersebut telah dituliskan oleh Willem Iskander (1840-1876) dalam buku karangannya berjudul Si Bulus-Bulus Si Rumpuk-Rumpuk. Buku tersebut yang ditulis dalam bahasa Mandailing dipakai untuk bacaan di sekolah-sekolah sampai pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

    1 comment October 10, 2006


    Calendar

    October 2006
    M T W T F S S
    « Sep    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

    Posts by Month

    Posts by Category